Jika buku selalu dipenuhi dengan bab-bab awal pembuka, mungkin aku salah satu bab yang belum pernah usai ceritanya. Ada bagian cerita dimana senyum ini lebih berarti dari yang terlihat. Aku kalah, aku menang, aku gagal, aku berhasil, aku menangis, aku tertawa, aku hancur dan aku tumbuh. Ada malam dimana aku mempertanyakan segalanya, dan ada pagi dimana aku harus bangun. Banyak hal yang sudah aku lepaskan, orang-orang, identitas, zona nyaman. Tapi diatas segalanya aku belajar banyak hal, harapan-harapan baru yang hadir. Bahwa Proses penyembuhan dan pertumbuhan itu unik, penuh tanjakan dan kejutan. But here I am! Finally choosing myself again, again and again!!! Dan tahun ini membuatku belajar banyak hal tentang kehadiran, rasa syukur, dan percaya waktu yang tepat untuk semuanya. I’m so thankful for each of you who've supported me, encouraged me, or simply been here. you've made this chapter so special. Maybe its not my time to shine yet, but I’ll keep trying to be a light even ...
Ada kata singkat yang menurutku itu nyentil banget dihati dan membekas sampai saat ini. Begini katanya “it will pass”, semua akan sembuh pada waktunya . Kadang kita bertanya-tanya kapan semua terlewat? Kapan kita akan sembuh? Rasa-rasanya setiap hari semakin berat. Walaupun kita gak tau kapan pastinya, bisa aja nanti, besok, bulan depan, bahkan bisa beberapa tahun kedepan. Kita cuma tau, kalau hari ini harus selesai dengan baik-baik saja. Agar besok tidak ada penyesalan atas apa yang telah terjadi kemarin. Bicara perihal penyesalan, hidup tuh bakal terasa ringan kalau kita gak terlalu mikirin bagaimana manusia lain bersikap sama kita . nggak perlu atau bahkan haus validasi dari orang lain. Terima kenyataan bahwa gak semua hal bakal tetep sama, terima kenyataan apa adanya. Jangan maksain sesuatu yang udah gak bisa sejalan bareng. Jangan maksain pegangan sama besi yang panasnya udah mulai membakar tangan kamu. Ternyata kata “ohhh ternyata gitu ya, yaudah gak usah dipikirin” itu gak...