Langsung ke konten utama

Di Langit yang Sama

Langit terlalu luas jika kau tidak menampung mimpimu disana!!!

    Bukan hanya digantungkan begitu saja, akan tetapi setiap kau menatap langit, kau akan tau bahwa banyak kesempatan untuk bermimpi dimanapun kau berada. Karena langit yang kau tatap akan sama dengan langit-langit lainya, ditempat yang berbeda pula. Itulah mimpi!


    Mungkin sebagian manusia berkata, mimpi adalah bunga tidur yang hanya berada dalam mimpi semu saat raga dicabut sementara oleh Sang Pencipta. Namun, ada satu mimpi yang bukan hanya ada dalam kesemuan tidur sesaat, dia adalah impian, cita-cita, dan harapan. Satu kesatuan utuh yang saling berkesinambungan, disana ada harapan disana pula ada impian dan cita-cita yang menyertai diujungnya.
    Setiap manusia pastilah memiliki impian bagi dirinya masing-masing. Tetapi, semua impian itu dilihat dari bagaimana impian itu diwujudkan oleh sang pemilik mimpi. Adakalanya impian hanya menjadi hal yang ada dalam khayalan sesaat tanpa adanya keyakinan dalam mencapainya. Ada juga impian yang menjadikan seorang itu rela berkoban demi terwujudnya impian tersebut. Rela mengorbankan waktu, pikiran, harta, hingga raganya.
    Dalam mencapai impian, pasti akan ada banyak rintangan yang akan dihadapi sang pemilik mimpi. Entah itu orang yang mengolok-olok, menghina, bahkan merendahkan impian dan harapan yang selama ini dibangun dengan kuatnya. Tetapi sang pejuang mimpi yang bersungguh-sungguh tak akan pernah goyah dengan semua cobaan tersebut, dia yakin bahwa semua itu hanya akan membuatnya jatuh terlalu dalam tanpa mampu untuk bangkit kembali. 
    Sang pemilik mimpi yakin dia punya Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang akan mengatur segala urusannya selagi dia berusaha dan berdoa tanpa pernah lelah.
    Jangan pernah goyah dengan banyaknya cobaan didepan mata, meskipun banyak perkataan maupun hinaan yang melukai hati dan pikiranmu, karena ketebatas dan segala kekuranganmu tidak menjadikan Allah membatasi segala impian dan cita-citamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dunia Bilang TIDAK MUNGKIN

Diperjalanan pulang kali ini, dengan sinar matahari yang masih terasa menyengat. Aku menyusuri jalanan yang biasanya aku lewati. Di pemberhentian lampu merah, mataku tertuju akan sesuatu.  Seorang anak kecil sedang mengelap kaca mobil yang berhenti, kakinya tak beralas, bajunya penuh dengan keringat, sambil menggendong adiknya yang balita. Mungkin saja dia belum makan hari ini. Sesaat kemudian dia tersenyum dan menunduk saat menerima uang recehan dari pemilik mobil.  Di seberang jalan kakek penjual minuman sedang menawarkan dagangannya, sudah tak terhitung berapa banyak orang yang menolaknya. Mungkin saja dia sudah berkeliling disana sejak pagi, padahal beban dagangan yang dipikulnya sangat berat. Sambil menyeka keringan yang jatuh, liatlah dia masih tersenyum tulus.  Di depan toko pinggir jalan, duduk anak muda berbaju kemeja yang hampir lusuh dan berkeringat, dengan seamplop berkas di tangan kirinya, raut wajahnya begitu lelah. Mungkin saja ini hari kesekian lamaran ker...

Somedays Feel Better

  Ada kata singkat yang menurutku itu nyentil banget dihati dan membekas sampai saat ini. Begini katanya “it will pass”, semua akan sembuh pada waktunya . Kadang kita bertanya-tanya kapan semua terlewat? Kapan kita akan sembuh? Rasa-rasanya setiap hari semakin berat. Walaupun kita gak tau kapan pastinya, bisa aja nanti, besok, bulan depan, bahkan bisa beberapa tahun kedepan. Kita cuma tau, kalau hari ini harus selesai dengan baik-baik saja. Agar besok tidak ada penyesalan atas apa yang telah terjadi kemarin. Bicara perihal penyesalan, hidup tuh bakal terasa ringan kalau kita gak terlalu mikirin bagaimana manusia lain bersikap sama kita . nggak perlu atau bahkan haus validasi dari orang lain. Terima kenyataan bahwa gak semua hal bakal tetep sama, terima kenyataan apa adanya. Jangan maksain sesuatu yang udah gak bisa sejalan bareng. Jangan maksain pegangan sama besi yang panasnya udah mulai membakar tangan kamu. Ternyata kata “ohhh ternyata gitu ya, yaudah gak usah dipikirin” itu gak...

GARIS WAKTU | Berdamai Dengan Diri Sendiri

Rasanya tahun demi tahun cepat berlalu, bukan?, hari berganti hari, bulan berganti tahun, umur yang semakin bertambah, pikiran-pikiran yang mulai sesak dengan berbagai ekspektasi kehidupan. Mungkin kita harus sedikit mengurangi ekspetasi berlebih akan kehidupan, tapi tidak ada salahnya jika berharap. Di tambah dengan situasi dan keadaan saat ini, yang menginginkan kita bertindak lebih baik untuk menyikapi sesuatu, berusaha lebih keras, berpikir lebih luas. Dengan waktu yang semakin berjalan pada porosnya dan kita yang bingung kemana arah tujuannya.  Melihat orang lain berkembang dan kita yang tertinggal jauh, membuat pikiran dan mental terkuras. Bagaimana tidak?, media sosial membuatnya semakin buruk, melihat update postingan Instagram Story, status Facebook, status Whatsapp teman-teman kita ataupun saudara dan orang-orang lain yang kita kenal, bisa membuat merasa rendah diri bukan?. Sajian foto dan video pencapaian dan prestasi mereka yang terpanjang di kolom media sosial.  T...